Penulis : Izza Aqila (Tim Media Laskar Keadilan)
Editor : Alex
Laskar.Keadilan.Blogspot.com - Parigi Moutong, 20 September 2025 - Menjelang Kongres II Laskar Keadilan yang akan digelar Oktober 2025, suhu politik internal organisasi mulai meningkat. Salah satu dinamika terbaru datang dari Kecamatan Parigi Tengah, di mana Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ihkam secara terbuka mendeklarasikan dukungan penuh untuk Bang Jeck sebagai calon Ketua Umum periode 2025–2030.
Dukungan ini tidak hanya berupa sikap formalitas, melainkan komitmen nyata dengan kesiapan PAC Parigi Tengah menjadi barisan terdepan dalam tim sukses. Ihkam menyatakan kesiapannya mengerahkan seluruh potensi PAC untuk memenangkan Bang Jeck, sekaligus merajut konsolidasi dengan beberapa PAC lain.
“Bang Jeck bukan hanya sosok yang visioner, tapi juga pemimpin yang mampu merangkul semua elemen. Kami di Parigi Tengah tidak setengah hati, kami siap all out dan menjadi garda terdepan pemenangan beliau,” tegas Ihkam.
Langkah Ihkam ini dinilai sebagai strategi penting dalam percaturan politik Laskar Keadilan. Dengan kekuatan PAC yang memiliki basis kader solid di akar rumput, dukungan Parigi Tengah bisa menjadi pemicu terbentuknya gelombang dukungan baru di Pimpinan Anak Cabang lain. Apalagi, dalam tradisi kongres organisasi kepemudaan, suara PAC sering menjadi faktor penentu.
Tidak hanya itu, Ihkam juga menyinggung soal strategi jitu yang sudah disiapkan timnya. Ia menyebut bahwa kemenangan dalam kongres tidak hanya ditentukan oleh popularitas kandidat, melainkan oleh kemampuan membangun jaringan lintas struktur. “Kami sudah melakukan komunikasi awal dengan beberapa PAC yang sejalan. Dalam waktu dekat, konsolidasi akan semakin intens, dan kami yakin Bang Jeck akan mendapat dukungan mayoritas,” tambahnya.
Dinamika ini memperlihatkan bahwa Kongres II Laskar Keadilan tidak akan berlangsung datar. Pertarungan kepemimpinan akan diwarnai oleh manuver politik, konsolidasi kekuatan, dan adu gagasan di antara kandidat. Kehadiran Bang Jeck sebagai figur kuat yang mendapatkan dukungan terbuka dari PAC Parigi Tengah menunjukkan bahwa arus perubahan dalam tubuh Laskar Keadilan semakin nyata.
Konteks dukungan ini juga menegaskan bahwa arah kongres tidak semata-mata soal perebutan jabatan, tetapi juga soal siapa yang dianggap mampu menjaga roh organisasi. Sebagai organisasi kaderisasi, Laskar Keadilan membutuhkan kepemimpinan yang mampu meneguhkan nilai loyalitas, disiplin, dan pengabdian sosial. Bang Jeck, menurut para pendukungnya, adalah jawaban atas kebutuhan itu.
Dengan semakin intensifnya manuver politik di tingkat PAC, publik organisasi kini menanti sejauh mana poros-poros dukungan akan terbentuk. Satu hal yang pasti, dukungan Parigi Tengah kepada Bang Jeck memberi sinyal bahwa Kongres II Laskar Keadilan akan berlangsung panas, dinamis, dan penuh kejutan. ***

