Penulis : Izza Aqila (Tim Media Laskar Keadilan)
Editor : Ebit
Laskar.Keadilan.Blogspot.com - 21 September 2025 - Suasana sore yang teduh di Markas Besar Laskar Keadilan Senin 15 September 2025, Perumahan Boya Nilamida Blok A III Nomor 09 Desa Pelawa, Kecamatan Parigi Tengah, menjadi saksi sebuah pertemuan santai namun penuh makna. Dengan secangkir kopi hangat di meja — kebiasaan khas beliau dalam setiap diskusi serius — Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Laskar Keadilan, Moh. Nasir Jamal Bandera, menyampaikan pandangannya mengenai Kongres ke-2 Laskar Keadilan yang akan digelar pada 11–12 Oktober 2025 mendatang.
Dalam perbincangan hangat tersebut, Nasir Jamal Bandera menegaskan bahwa momentum kongres bukan hanya sekadar ajang memilih Ketua Umum, tetapi juga sarana untuk memperkuat persatuan, loyalitas, dan arah gerakan perjuangan organisasi dalam lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa seluruh peserta kongres akan hadir dengan membawa mandat masing-masing, sebagai bentuk tanggung jawab dan kesungguhan dalam menyalurkan aspirasi para kader.
“Silakan berbeda pendapat, silakan berbeda pilihan. Itu hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Tetapi ketika kongres sudah menghasilkan satu keputusan, satu kepemimpinan, maka siapapun yang terpilih wajib kita dukung bersama-sama hingga masa jabatannya selesai. Setia mendampingi pemimpin adalah bagian dari menjaga marwah organisasi,” ujar Bang Nasir dengan tenang, sesekali menyeruput kopi kesukaannya.
Menurutnya, kebersamaan dan kesetiaan pasca kongres adalah kunci utama agar Laskar Keadilan mampu melangkah lebih jauh, menjadi organisasi kaderisasi yang benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Kongres ini, katanya, harus diisi dengan semangat musyawarah, kebersamaan, serta sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan.
“Jadikan Kongres ke-2 Laskar Keadilan ini sebagai wadah memperkokoh silaturahmi, memperteguh komitmen, dan melahirkan keputusan terbaik bagi organisasi. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa Laskar Keadilan mampu menunjukkan kedewasaan politik organisasi dengan mengedepankan Demokrasi dan nilai ukhuwah,” tambahnya.
Kehadiran para peserta kongres nantinya diharapkan bukan hanya membawa mandat formal, tetapi juga membawa semangat membangun dan memperkuat ikatan emosional antar kader. Dengan begitu, siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum Laskar Keadilan periode 2025–2030, dapat memimpin dengan tenang, penuh dukungan, dan setia diiringi langkah seluruh kader tanpa terkecuali.
Percakapan sore itu diakhiri dengan senyum hangat sang Ketua Dewan Pembina, sebuah tanda bahwa Kongres II Laskar Keadilan harus dijalani dengan gembira, penuh kebersamaan, dan doa terbaik. “Kita satukan pilihan, kita satukan kesetiaan. Laskar Keadilan harus melangkah lebih maju bersama-sama,” tutup Moh. Nasir Jamal Bandera dengan bijak.

