“Ka Im: Kongres II Laskar Keadilan Harus Jadi Panggung Persatuan dan Penegasan Komitmen Kebangsaan”

Berita Laskar Keadilan



Laskar.Keadilan.Blogspot.com - 19 September 2025 - Menjelang Kongres II Laskar Keadilan yang akan digelar pada 11–12 Oktober 2025, Ketua Dewan Pendiri Laskar Keadilan, Ibrahim Mangge yang akrab disapa Ka Im, memberikan tanggapan dan harapannya terhadap perhelatan akbar organisasi tersebut. Dalam perbincangan santai namun serius di Markas Besar Laskar Keadilan, Ka Im menekankan bahwa kongres kali ini bukan sekadar agenda pemilihan Ketua Umum, melainkan momentum persatuan dan refleksi nilai-nilai luhur yang harus dijaga bersama.

Ka Im menyampaikan apresiasinya kepada tiga calon Ketua Umum — Bang Ayun, Bang Jeck, dan Bang Kadus — yang telah resmi mendaftarkan diri. Menurutnya, keberanian mereka maju adalah bukti kesungguhan kader terbaik untuk tampil dan memimpin organisasi. “Kita harus mengapresiasi langkah ketiga Kader Laskar Keadilan ini. Mereka maju dengan penuh tanggung jawab, dan itu menunjukkan bahwa Laskar Keadilan memiliki kader-kader tangguh yang siap menjaga marwah organisasi,” ungkapnya dengan senyum hangat.

Namun, Ka Im mengingatkan bahwa kontestasi dalam kongres harus dijalankan dengan etika, sportivitas, dan penuh rasa hormat satu sama lain. Perbedaan pilihan bukanlah alasan untuk berpecah, melainkan ruang untuk menguatkan persaudaraan. “Kongres ini harus kita jadikan ajang silaturahmi, mempererat hubungan ideologi kebangsaan keindonesiaan dan keagamaan. Jangan sampai ada gesekan yang merusak. Justru perbedaan pilihan harus membawa kita lebih dewasa dan semakin solid,” tegasnya.

Lebih jauh, Ka Im menekankan bahwa kongres bukan hanya urusan organisasi, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali komitmen, nilai luhur, dan ajaran para pendiri bangsa. Menurutnya, setiap kader harus menempatkan kongres sebagai wadah refleksi dan penegasan jati diri organisasi. “Kongres ini adalah wujud kecintaan pada organisasi dan upaya mengejawantahkan komitmen serta nilai luhur yang ditanamkan para pendiri bangsa. Kita jangan pernah melupakan itu,” katanya dengan nada penuh keyakinan.

Ka Im juga menegaskan bahwa melalui kongres, Laskar Keadilan harus kembali memperkuat posisinya sebagai organisasi yang setia pada empat pilar Bangsa. “Kongres adalah penegasan diri dan organisasi untuk tetap berkomitmen pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, serta budaya luhur bangsa Indonesia. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan prinsip yang harus terus kita rawat dan wariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, siapa pun yang terpilih dalam kongres mendatang harus didukung sepenuhnya oleh seluruh kader. Dukungan penuh terhadap hasil kongres adalah bagian dari menjaga persatuan organisasi dan kehormatan Laskar Keadilan. “Silakan berbeda pendapat dan pilihan, itu wajar. Tetapi setelah kongres usai, kita harus bersatu mendukung pemimpin terpilih hingga akhir periode. Itulah bentuk kesetiaan dan kebesaran kita sebagai kader,” ujarnya.

Ka Im juga menyampaikan optimismenya bahwa Kongres II Laskar Keadilan akan berlangsung penuh kekhidmatan, meriah, sekaligus menjadi momentum konsolidasi besar organisasi. Ia berharap semua peserta datang dengan penuh semangat,  siap berdiskusi, bermusyawarah, dan menentukan arah organisasi untuk lima tahun ke depan.

“Kita ingin kongres ini tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga melahirkan semangat baru. Semangat persatuan, semangat kebersamaan, dan semangat memperjuangkan nilai keadilan bagi umat, bangsa, dan daerah. Itulah yang harus kita bawa pulang setelah kongres selesai,” tutup Ka Im sambil menyeruput kopi hitam hangat tanpa gula, kebiasaannya setiap kali berbicara tentang hal-hal besar yang menyangkut organisasi.

Penulis : Hasan (Kader Muda Penggerak Laskar Keadilan)

Editor : Ebit