Penulis : Ulin
Laskar.Keadilan.Blogspot.com - 13 September 2025 – Irsan, Ketua Bidang Humas Pimpinan Pusat Laskar Keadilan yang akrab disapa Bang Kadus, resmi menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Umum Laskar Keadilan periode 2025–2030. Sosok asal Desa Lebo, Kecamatan Parigi, itu tampil dengan visi yang tegas: meneguhkan Laskar Keadilan sebagai organisasi kaderisasi yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing, sekaligus melahirkan kader pejuang yang siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat keagamaan, kebangsaan, dan kerakyatan.
Jumat, 12 September 2025 menjadi langkah penting bagi Bang Kadus. Dengan penuh semangat dan senyum melebar, ia datang ke Sekretariat Panitia Kongres II Laskar Keadilan untuk menyerahkan berkas pendaftaran dan persyaratan dirinya sebagai calon Ketua Umum. Kehadirannya disambut hangat oleh panitia, menandai keseriusannya dalam mengikuti kontestasi lima tahunan organisasi yang akan digelar pada 11–12 Oktober 2025 mendatang.
Dalam kesehariannya, Bang Kadus dikenal sebagai seorang wiraswasta yang membangun hidup bersama istri dan dua orang anaknya. Meski aktivitasnya padat, ia tetap aktif mengurus organisasi dan dekat dengan para kader di berbagai daerah. Karakter komunikatifnya membuatnya mudah diterima banyak kalangan. Tidak sedikit kader yang menilai sosok Bang Kadus sebagai figur yang ramah, terbuka, dan mampu menjembatani berbagai perbedaan.
Visi yang ia usung berakar pada keyakinan bahwa kaderisasi adalah jantung organisasi. Menurut Bang Kadus, sistem kaderisasi harus dirancang modern, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang sesuai dengan dinamika sosial, metode yang inovatif, serta pemanfaatan teknologi digital agar pembinaan kader lebih luas dan efektif. “Organisasi tidak boleh berjalan dengan pola lama saja. Kita perlu bergerak ke depan dengan memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan ruh perjuangan,” ujarnya.
Selain kaderisasi, Bang Kadus juga menaruh perhatian besar pada Balaksus, barisan khusus yang selama ini menjadi garda terdepan organisasi. Baginya, Balaksus bukan hanya simbol kedisiplinan, melainkan harus hadir nyata di tengah masyarakat sebagai pasukan yang tangguh, disiplin, dan sigap dalam menghadapi persoalan sosial, kemanusiaan, maupun kebencanaan.
Aspek spiritual juga menjadi fokus utama. Ia ingin Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Laskar Keadilan tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi pusat penguatan ruhani kader. Melalui MDS, kader akan dibimbing untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperdalam nilai keagamaan, sekaligus menjaga moralitas agar tetap kokoh di tengah derasnya arus zaman.
Selain itu, kemandirian ekonomi kader menjadi salah satu gagasan penting yang ditawarkan. Bang Kadus melihat perlunya program kreatif dan produktif berbasis koperasi, usaha kolektif, serta pemanfaatan potensi lokal. Tujuannya sederhana tetapi vital: menciptakan kesejahteraan bagi keluarga kader sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi organisasi.
Tidak kalah penting, ia menegaskan perlunya membangun jejaring komunikasi dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, ormas, lembaga pendidikan, hingga media. Menurutnya, Laskar Keadilan harus tampil sebagai organisasi yang konstruktif, solutif, dan dikenal luas oleh masyarakat.
Dalam hal keberpihakan, Bang Kadus menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Laskar Keadilan sebagai motor advokasi dan edukasi masyarakat. Ia percaya organisasi harus berdiri di sisi rakyat kecil, memperjuangkan hak-hak mereka, serta menjadi pelopor gerakan sosial yang menegakkan nilai keadilan.
Kehadiran Bang Kadus sebagai kandidat Ketua Umum di Kongres ke-2 Laskar Keadilan menambah dinamika pemilihan. Dengan latar belakangnya sebagai penggerak komunikasi organisasi, sosoknya dinilai memahami denyut kebutuhan kader sekaligus tantangan eksternal yang harus dihadapi. Banyak kader menilai, gagasan yang ia bawa mencerminkan semangat pembaruan tanpa menghilangkan jati diri organisasi sebagai gerakan kader berbasis nilai keagamaan, kebangsaan, dan kerakyatan.
Kongres ke-2 Laskar Keadilan yang akan digelar pada 11–12 Oktober 2025 mendatang diprediksi menjadi momentum penting. Bagi Bang Kadus, momen tersebut bukan sekadar ajang kontestasi, melainkan kesempatan bersama untuk mengokohkan Laskar Keadilan sebagai rumah besar kader, tempat bertumbuhnya semangat gerakan perjuangan, dan ladang pengabdian yang nyata.***

